Satu isu kebijakan bisa muncul sebagai berita, lalu dibahas lagi dalam artikel opini. Keduanya berguna, tetapi pembaca perlu tahu kapan tulisan menyampaikan kejadian dan keterangan yang dapat diperiksa, dan kapan penulis sedang mengajukan penilaian atau gagasan. Pembedaan itu membuat diskusi publik lebih jernih.
Perhatikan dasar beritanya
Dalam berita, periksa siapa yang menjadi sumber informasi, kapan peristiwa atau pernyataan terjadi, dan dokumen atau keterangan apa yang dirujuk. Jika sebuah klaim penting hanya muncul sebagai kutipan tanpa konteks, pembaca dapat mencari keterangan pendukung sebelum menyimpulkan. Ketidakjelasan informasi sebaiknya disebut sebagai hal yang belum terkonfirmasi, bukan diisi dengan dugaan.
Kenali ruang bagi pendapat
Opini menyampaikan pandangan dan alasan penulis terhadap suatu persoalan; ia bukan pengganti berita atau dokumen kebijakan. Pendapat yang kuat tetap menjelaskan landasannya, membedakan fakta dari tafsir, dan membuka ruang bagi pembaca untuk menguji argumennya. Penanda seperti judul atau keterangan jenis tulisan membantu pembaca mengenali bentuknya sejak awal.
Baca dengan pertanyaan yang tepat
Saat membaca berita, tanyakan apa yang diketahui dan dari mana informasinya berasal. Saat membaca opini, tanyakan alasan apa yang mendukung kesimpulan penulis dan sudut pandang mana yang belum dibahas. Dengan cara itu, berita dan opini dapat saling melengkapi tanpa membuat pendapat tampak sebagai fakta yang sudah terbukti.
